Peran Teknologi Informasi dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia

Kamis, 25 September 2014 0 comments

Peran Teknologi Informasi  dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia

Lomba Karya Tulis (Kategori Umum)
oleh : Robert – Teknik Mesin ITB 2012

"Peran Teknologi Informasi 
dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia"

Saya terlahir di keluarga serta lingkungan yang menganggap pendidikan itu tidak terlalu penting. Walau hanya dengan status tamatan SMA, ayah saya mampu bertahan hidup hingga saat ini. Bahkan tidak sedikit teman-teman orang tua saya yang tidak tamat SMA dan kini menjadi orang nomor kesekian paling sukses di daerah saya. Hal ini saya rasakan langsung ketika ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat kuliah, muncul banyak dorongan untuk kuliah di daerah saya saja, kuliah seadanya saja.

Namun bagi saya sendiri, saya ingin menjadi sosok yang jauh lebih sukses dari kedua orang tua saya. Saya pun bertekat untuk meraih pendidikan yang tinggi, karena saya percaya pendidikan adalah kunci. Kunci untuk memilih gerbang masa depan yang lebih baik lagi. Saya pun menyadari rintangan yang saya hadapi saat itu ialah terbatasnya informasi mengenai cara masuk perguruan tinggi di Indonesia hingga terbatasnya informasi seputar sekolah di pulau Jawa bagi kedua orang tua saya. Namun saya sadar bahwa kita memiliki teknologi, dengan teknologi kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain, melalu teknologi kita dapat berinteraksi dengan orang yang jaraknya sekian puluh ribu kilometer jauhnya. Melalui teknologi, kita bisa melakukan beribu-ribu hal baru yang tidak pernah ada di benak kita sebelumnya sebelumnya.

Berbekal sebuah laptop dan koneksi internet, saya mulai mencari semua informasi yang bisa menghantarkan saya ke pintu gerbang masa depan yang saya dambakan tersebut. Saya yang saat itu baru duduk di bangku SMA kelas 2 pun mulai mencari informasi pergutuan tinggi di pulau Jawa. Setelah membaca dan banyak mengali informasi melalui internet, hati ini pun ditetapkan di depan pintu gerbang ITB. Kedua orang tua saya setelah mengenal lebih mengenai ITB dan melihat banyak sekali komentar positif tentang kuliah di internet pun akhirnya luluh dan merestui saya. Kemudian saya memutuskan untuk merantau dari Pontianak ke Bandung dengan bantuan kakak-kakak tingkat ITB guna bisa belajar hingga tes SNMPTN tertulis di Bandung. Sering muncul di benak saya, apakah saya anak daerah kecil ini bisa bersaing dengan siswa-siswa di pulau Jawa?

Ketika sedang menimba ilmu di pulau Jawa, tidak jarang saya menemukan banyak hal pelajaran yang berbeda dengan pelajaran di sekolah saya di Pontianak. Ibarat pelari, saya sudah kalah start puluhan meter jauhnya. Disaat saya ketinggalan start tersebut, kemudian datanglah solusi untuk menggunakan internet dalam mengejar setiap bahan pelajaran yang masih kurang. Dengan teknologi informasi saat itu, saya dapat belajar sesuai dengan keinginan saya. Apabila saya merasa materi A perlu didalami lebih lanjut, saya dapat mencari serta mendalaminya melalui internet. Begitu pula ketika saya merasa saya harus skip suatu materi karena saya merasa sudah cukup dalam mempelajarinya. Belajar dengan menggunakan teknologi informasi telah berdampak sangat positif bagi saya saat itu hingga saat ini.

Setelah masuk ITB, bersama seorang alumni ITB 2005, tiap tahun kami mengumpulkan mahasiswa ITB guna berjuang bersama dalam suatu wadah pendidikan bernama “Sariputra-Way”. Kami memberikan pengetahuan seputar kuliah di ITB, motivasi semangat, hingga mengajarkan materi-materi ujian tanpa memungut biaya sepeserpun. Hingga saat ini, kami berhasil ikut serta meloloskan puluhan siswa ke perguruan tinggi di Indonesia. Bukannya menjadi sosok yang terus mengutuk semua kejelekan bangsa ini, melainkan saya ingin menjadi sebuah lilin demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Saya percaya ketika kita membantu pendidikan sesorang, kita bukan hanya membantu merubah hidupnya, melainkan hidup keseluruhan orang disekitarnya.

Saya sadar bahwa potensi pendidikan di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan secara maksimal. Saya percaya bahwa setiap anak baik dia berasal dari pulau Jawa maupun dari pedalaman Papua mempunyai bibit potensi yang sangat besar, tidak kalah dengan anak yang berada di negara-negara maju lain. Pendidikan di Indonesia akan semakin baik apabila SDM pengajarnya mempunyai metode dan rasa percaya diri yang baik. Dengan melatih pengajar-pengajar baik guru maupun staf pendidikan lainnya, kita telah berinvestasi untuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.
Ibaratnya sebelum mengasah pisau, kita pastikan dulu pengasah kita sudah cukup tajam.”
Tidak jarang murid-murid justru down dikarenakan guru mereka sendiri. Kemudian bagaimana cara mengatasinya? Kita dapat menghubungkan hal ini dengan teknologi informasi dimana kita bisa membuat video pembelajaran hingga terus keep in touch dengan setiap guru-guru di pelosok Indonesia guna memantau perkembangan mereka. Kita dapat membuat modul pembelajaran khusus bagi guru-guru agar siap dengan rasa percaya diri dan modal awal mereka sebelum terjun ke medan perang.
Dengan memaksimalkan peluang dan potensi yang terdapat bagi teknologi informasi itu sendiri, kita juga dapat membantu anak-anak untuk berkembang lebih baik, hal ini dikarenakan guru diibaratkan sebagai pengasah pisau tersebut, apabila ia tidak tajam, bagaimana kita dapat mengharapkan generasi muda Indonesia menjadi lebih baik dari yang sebelumnya? Jadi, menurut saya kita dapat merubah masa depan pendidikan di Indonesia apabila kita mampu menyama-ratakan kualitas pengajar di seluruh pelosok Indonesia tentunya di atas standarnya.
Bagaimana? Teknologi Informasi lah jawabannya.
Hingga saat ini, saya sangat tidak menyangka berawal dari majunya teknologi informasi yang telah mengenalkan saya tentang ITB ternyata menjadi turning point dalam hidup saya. Kini saya aktif di berbagai unit ITB, mengikuti banyak program pembinaan karakter seperti Accenture Future Technology Leaders Program. Selain itu, saya juga lolos seleksi dari 2000an peserta seluruh Asia Tenggara untuk mewakili Indonesia sebagai Google Student Ambassador Indonesia. Saya percaya semua hal yang saya dapatkan berawal dari tidak sengajanya mengenal teknologi informasi yang telah mengenalkan saya tentang ITB, materi pembelajarannya hingga banyangan akan ujian saringan masuk perguruan tinggi negri tersebut.

Saya percaya melalui teknologi informasi, akan semakin banyak orang yang dapat mengenyam kualitas pendidikan yang sama ratanya. Semakin banyak siswa yang berprestasi hingga dapat berkarya demi bangsa tercinta ini. Kedepannya, saya ingin terus menjadi inspirasi-inspirasi bagi setiap individu di sekitar saya, bersama-sama memaksimalkan teknologi informasi yang kita punya saat ini hingga putra-putri daerah Pontianak tidak perlu lagi ke pulau Jawa karena pendidikan di Pontianak tidak kalah bagusnya.

Saya percaya kita bisa! Indonesia bisa!

Peran Teknologi Informasi  dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia

Share this article :
Description: Peran Teknologi Informasi dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia
Rating: 3.5
Reviewer: Muhammad Mufid Luthfi
ItemReviewed: Peran Teknologi Informasi dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia

Related Post:


Your Comments :

 
Copyright © 2013. MMufidLuthfi - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger